Palangka Raya (12/9/2026) — Pelaksanaan Bulan Bahasa XIX MAN Kota Palangka Raya tahun 2026 tidak hanya menjadi ruang bagi murid untuk mengikuti berbagai perlombaan kebahasaan dan kesastraan. Di balik persiapannya, sejumlah murid juga terlibat dalam proses kreatif untuk membangun identitas kegiatan. Salah satunya Jhofita Meisyah, murid kelas X-G yang mendapat kesempatan merancang logo Bulan Bahasa XIX.
Jhofita merupakan anggota Divisi Media Kreatif Sahabat Perpustakaan Ibnu Sahnun periode 2026/2027. Sebagai murid kelas X yang baru bergabung dalam Sahabat Perpustakaan, kesempatan mendesain logo tersebut menjadi salah satu pengalaman awalnya dalam terlibat secara langsung dalam sebuah kegiatan besar di madrasah.
Kesempatan tersebut bermula ketika Jhofita menyampaikan kepada Salsa, selaku Koordinator Divisi Media Kreatif, bahwa dirinya memiliki kemampuan menggambar. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada Alya Khairunnisa selaku Wakil Ketua Panitia Bulan Bahasa XIX. Dari situlah Jhofita mendapat tawaran untuk membuat desain logo kegiatan.
“Awalnya saya menolak karena belum pernah membuat logo. Tetapi keesokan harinya saya mencoba mendesain, lalu sore harinya mengajukan diri kembali,” ungkap Jhofita.
Waktu pengerjaan yang diberikan cukup singkat. Jhofita harus menyelesaikan desain dalam batas waktu hingga tengah malam. Dalam proses mencari inspirasi, ia memanfaatkan berbagai sumber, termasuk teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta arahan dari panitia.
Menurut Jhofita, sebagian besar ide awal desain berasal dari arahan panitia, terutama terkait teks dan elemen yang wajib dicantumkan dalam logo. Arahan tersebut kemudian dikembangkan olehnya menjadi sebuah konsep visual.
“Yang pertama kali saya pikirkan adalah bagaimana membuat logo yang sesuai dengan tema Bulan Bahasa,” tuturnya.
Pada tahap awal, Jhofita sempat membuat beberapa konsep dengan fokus pada burung enggang. Namun, setelah mendapat informasi bahwa logo wajib memuat Sahnuni, maskot Perpustakaan Ibnu Sahnun, ia mengubah konsep dan mulai mengembangkan desain dengan Sahnuni sebagai salah satu elemen utama.
Proses kreatif tersebut dilakukan melalui beberapa tahapan. Jhofita terlebih dahulu mencari elemen yang sesuai dengan tema dan mengumpulkan inspirasi. Setelah itu, ia membuat beberapa sketsa dan konsep kasar menggunakan alat tulis dan kertas.
Konsep yang dinilai paling sesuai kemudian dikembangkan menjadi desain digital. Untuk proses menggambar, Jhofita menggunakan aplikasi IbisPaint, sedangkan bagian teks dan beberapa elemen lainnya disusun menggunakan Canva. Setelah desain selesai, ia kembali melakukan penyesuaian dan revisi berdasarkan arahan panitia.
Jika dihitung sejak konsep yang akhirnya dipilih hingga desain selesai, Jhofita memperkirakan proses pengerjaan logo tersebut memakan waktu sekitar tujuh jam.
Bagi Jhofita, pengalaman tersebut menjadi tantangan tersendiri karena sebelumnya ia belum pernah membuat logo. Namun, hasil yang diselesaikan dalam waktu relatif singkat tersebut akhirnya dipilih dan digunakan sebagai identitas visual Bulan Bahasa XIX MAN Kota Palangka Raya.
“Tentu saja saya senang, karena logo ini termasuk desain yang selesai dalam waktu beberapa jam dan sebelumnya saya juga belum pernah membuat logo. Jadi ketika tahu desainnya dipilih dan digunakan untuk Bulan Bahasa XIX, saya merasa cukup bangga karena hasil yang saya buat dalam waktu yang cukup singkat akhirnya bisa digunakan untuk acara tersebut,” ujar Jhofita.
Keterlibatan Jhofita dalam pembuatan logo menjadi salah satu bentuk kontribusi murid dalam persiapan Bulan Bahasa XIX. Melalui Divisi Media Kreatif Sahabat Perpustakaan Ibnu Sahnun, kreativitas dan keterampilan murid mendapat ruang untuk dikembangkan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kegiatan madrasah.
Bulan Bahasa XIX MAN Kota Palangka Raya tahun 2026 mengangkat tema “Literasi Bahasa dan Budaya dalam Pelestarian Alam Kalimantan Tengah.” Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur murid, termasuk Sahabat Perpustakaan Ibnu Sahnun, sebagai bagian dari upaya menumbuhkan budaya literasi sekaligus memberikan ruang bagi murid untuk berkarya dan berkreasi.














