Perpustakaan Ibnu Sahnun Inisiasi Bulan Bahasa XIX 2026 MAN Kota Palangka Raya

Perpustakaan Ibnu Sahnun Inisiasi Bulan Bahasa XIX 2026 MAN Kota Palangka Raya

Palangka Raya (03/9/2026) — Setelah sempat vakum selama satu tahun ajaran, pelaksanaan Bulan Bahasa di MAN Kota Palangka Raya kembali digagas. Memasuki tahun ajaran 2026/2027, Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya mengambil inisiatif untuk menghidupkan kembali kegiatan Bulan Bahasa yang sebelumnya telah mencapai edisi Bulan Bahasa XVIII pada tahun ajaran 2024/2025.

Sebelumnya, kegiatan Bulan Bahasa di MAN Kota Palangka Raya secara rutin dilaksanakan setiap bulan Oktober dan banyak digerakkan oleh kelas Bahasa. Namun, seiring perubahan kurikulum yang tidak lagi menerapkan sistem penjurusan, kelas Bahasa tidak lagi tersedia. Kondisi tersebut turut membuat pelaksanaan Bulan Bahasa sempat terhenti.

Tahun ini, keberadaan kelas Bahasa yang sudah tidak ada tidak menjadi alasan untuk menghentikan tradisi tersebut. Perpustakaan Ibnu Sahnun kemudian mengambil peran sebagai inisiator Bulan Bahasa XIX dengan menggandeng berbagai unsur di lingkungan MAN Kota Palangka Raya.

Dari unsur murid, kepanitiaan melibatkan Sahabat Perpustakaan, Sarastra, OSIS, dan MPK. Sementara itu, pendampingan guru melibatkan Pengelola Perpustakaan Ibnu Sahnun serta seluruh guru mata pelajaran Bahasa, meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab.

Pelibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan Bulan Bahasa sebagai kegiatan bersama, bukan lagi bertumpu pada satu kelas atau satu kelompok tertentu.

Persiapan kegiatan diawali dengan rapat internal pada Rabu (2/9/2026) yang diikuti unsur pengelola perpustakaan. Rapat tersebut membahas struktur kepanitiaan, penentuan ketua kegiatan, pembagian divisi beserta koordinatornya, serta penentuan pendamping guru untuk masing-masing divisi. Selain itu, dibahas pula sejumlah jenis lomba yang berpotensi dilaksanakan dalam rangkaian Bulan Bahasa XIX.

Pembahasan kemudian diperluas melalui rapat bersama yang dilaksanakan pada Kamis (3/9/2026) dengan melibatkan Sahabat Perpustakaan, guru-guru Bahasa, dan pengelola perpustakaan.

Dalam rapat tersebut, susunan koordinator dan pendamping guru yang telah diusulkan pada rapat internal dibahas kembali. Panitia juga membuka ruang bagi guru maupun murid untuk menyampaikan keberatan atau masukan apabila terdapat pembagian divisi yang dirasa kurang sesuai. Penyesuaian kemudian dilakukan berdasarkan hasil pembahasan bersama, termasuk memberikan kesempatan kepada anggota yang belum mendapatkan bagian untuk memilih divisi yang ingin diikuti.

Rapat tersebut juga membahas rencana waktu pelaksanaan Bulan Bahasa XIX yang sementara direncanakan pada 5–12 Oktober 2026. Jadwal tersebut masih bersifat tentatif dan dapat mengalami penyesuaian seiring perkembangan persiapan kegiatan.

Sebagai bagian dari koordinasi, Kepala Perpustakaan MAN Kota Palangka Raya, Ikrimah, M.Pd., telah menyampaikan rencana pelaksanaan Bulan Bahasa XIX kepada Kepala MAN Kota Palangka Raya, Dr. Murjani, M.Pd., serta Muhammad Anshar, S.Sos.I., M.Pd., selaku Kepala Urusan Tata Usaha MAN Kota Palangka Raya.

Dr. Murjani, M.Pd., menyampaikan dukungannya terhadap rencana pelaksanaan kembali Bulan Bahasa di MAN Kota Palangka Raya. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi wadah positif bagi murid untuk mengembangkan potensi dan kreativitas mereka dalam bidang kebahasaan dan sastra.

“Kami mendukung pelaksanaan Bulan Bahasa XIX ini. Semoga kegiatan ini dapat kembali menjadi wadah bagi murid untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan potensi mereka,” ujar Dr. Murjani, M.Pd.

Sementara itu, Muhammad Anshar, S.Sos.I., M.Pd., memberikan masukan agar pelaksanaan kegiatan dapat direncanakan dengan sebaik mungkin, termasuk dalam hal penggunaan anggaran. Ia menekankan pentingnya memaksimalkan biaya yang tersedia agar dapat menunjang pelaksanaan kegiatan secara efektif.

“Anggaran yang tersedia perlu dimaksimalkan penggunaannya agar kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang optimal,” ujar Muhammad Anshar, S.Sos.I., M.Pd.

Kembalinya Bulan Bahasa melalui edisi XIX diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, bersastra, berkarya, dan mengekspresikan kreativitas.

Kehadiran perpustakaan sebagai penggagas sekaligus keterlibatan berbagai organisasi dan komunitas murid menunjukkan bahwa semangat Bulan Bahasa dapat terus tumbuh meskipun struktur kurikulum dan organisasi pembelajaran di madrasah telah mengalami perubahan.

Dari kelas Bahasa yang dahulu menjadi penggerak, kini semangat itu diteruskan secara bersama-sama oleh perpustakaan, guru, organisasi murid, dan komunitas sastra. Bulan Bahasa XIX pun dipersiapkan untuk kembali hadir di MAN Kota Palangka Raya.