Palangka Raya (6/1/2026)
— Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya kembali menghadirkan
karya literasi membanggakan melalui terbitnya sebuah buku antologi cerita
legenda dwibahasa hasil karya peserta didik. Buku yang memuat cerita rakyat dari
Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan ini resmi diterima perpustakaan pada
Senin, 6 Januari 2026, setelah melalui proses penulisan dan penerbitan selama
kurang lebih satu semester.
Antologi ini merupakan
hasil proyek pembelajaran literasi yang melibatkan 103 siswa dari 14 kelas di
MAN Kota Palangka Raya. Dalam buku tersebut, terdapat 28 cerita legenda,
terdiri atas 18 cerita dari Kalimantan Tengah dan 10 cerita dari Kalimantan
Selatan, yang ditulis dalam dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa
Inggris.
Proyek penulisan
antologi legenda ini digagas oleh guru Bahasa Inggris MAN Kota Palangka Raya
sekaligus Kepala Perpustakaan Ibnu Sahnun, Ikrimah, S.Pd. Kegiatan ini
dirancang sebagai proyek literasi jangka panjang yang tidak hanya melatih
kemampuan menulis siswa, tetapi juga memperkenalkan kekayaan cerita rakyat
daerah kepada generasi muda dalam format dwibahasa.
Dalam pelaksanaannya,
para siswa tidak langsung menyerahkan naskah untuk diterbitkan. Setiap karya
melalui proses pendampingan, konsultasi, dan revisi secara bertahap. Untuk
naskah berbahasa Inggris, dilakukan pengecekan tata bahasa, tanda baca,
struktur kalimat, pemilihan kosakata, serta ketepatan diksi. Sementara untuk naskah
berbahasa Indonesia, dilakukan penyuntingan alur cerita, kelogisan cerita,
serta ketepatan penggunaan bahasa, bahkan melibatkan kolaborasi dengan guru
Bahasa Indonesia.
Kepala Perpustakaan Ibnu
Sahnun, Ikrimah, S.Pd., menyampaikan bahwa proyek ini menjadi bagian dari upaya
membangun budaya literasi yang berkelanjutan di madrasah. “Proyek ini kami
rancang agar siswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga belajar bersabar
dalam proses, terbiasa menerima masukan, dan bangga menghasilkan karya yang
benar-benar layak terbit,” ujarnya.
Ia menambahkan,
pemilihan tema legenda daerah bertujuan menanamkan kecintaan terhadap budaya
lokal. “Melalui cerita rakyat Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan
yang ditulis dalam dua bahasa, kami ingin siswa mengenal akar budayanya
sekaligus melatih kemampuan literasi global,” tambahnya.
Setelah seluruh naskah
dinyatakan layak terbit, karya-karya tersebut diserahkan kepada penerbit dan
melalui proses produksi selama sekitar lima bulan. Hingga akhirnya, buku
antologi tersebut resmi diterima oleh Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota
Palangka Raya pada awal Januari 2026.
Terbitnya antologi legenda bilingual ini menjadi bukti nyata peran Perpustakaan Ibnu Sahnun sebagai pusat pengembangan literasi kreatif di lingkungan madrasah. Selain memperkaya koleksi perpustakaan, karya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lain untuk terus berkarya, mencintai budaya daerah, dan berani menulis serta menerbitkan karya sejak bangku sekolah.








1.png)



Komentar
Tuliskan Komentar Anda!