Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya Ikuti FGD Budaya Kalimantan Tengah

Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya Ikuti FGD Budaya Kalimantan Tengah

Palangka Raya (25/11/2025) — Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Budaya Kalimantan Tengah yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah pada Selasa, 25 November 2025.

Kegiatan FGD yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini bertempat di Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, Jalan A.I.S. Nasution No. 11, Kota Palangka Raya. Forum ini menjadi bagian dari proses penyusunan buku bertema budaya lokal Kalimantan Tengah.

Dalam diskusi tersebut, peserta membahas berbagai khazanah budaya daerah, di antaranya ritual adat Batenung, Manajah Antang, serta pengenalan jenis-jenis Balanai dalam tradisi Suku Dayak. Materi yang disampaikan diharapkan dapat memperkaya referensi bacaan budaya lokal sekaligus menjadi upaya pelestarian kearifan lokal melalui literasi.

Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya hadir dengan melibatkan Sahabat Perpustakaan sebagai peserta didik, didampingi oleh pengelola perpustakaan. Adapun Sahabat Perpustakaan yang mengikuti kegiatan ini yaitu Naufal Dinar Ramadhan (XII F), Silvan Noor (XI F), Affan Altami (XII C), Muhammad Nurhan (XI), Maulana Irfan (XII C), Rinaldy Berliannur Rizkya (XII C), Muhammad Riki Noor (XII E), Nazma Abida Putri (XII E), Muhammad Ridwan (XII C), dan Dafa Aulia Arta (XI F).

Sementara itu, pendamping dari pengelola Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya yang turut hadir dalam kegiatan ini adalah Ikrimah, S.Pd. selaku Kepala Perpustakaan, Marpuah, A.Ma., serta Khairina, S.Pd.

Kepala Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya, Ikrimah, S.Pd., menyampaikan bahwa keterlibatan Sahabat Perpustakaan dalam FGD ini merupakan bentuk pembelajaran langsung yang bernilai bagi peserta didik. “Melalui forum diskusi ini, siswa tidak hanya mengenal budaya daerah dari buku, tetapi juga memahami proses penggalian dan pendokumentasian budaya lokal sebagai bagian dari literasi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis sebagai ruang literasi budaya, sehingga kegiatan seperti FGD ini sejalan dengan upaya penguatan budaya baca dan pelestarian kearifan lokal di lingkungan madrasah.

Melalui partisipasi dalam FGD Budaya Kalimantan Tengah ini, Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya berharap dapat terus berkontribusi aktif dalam pengembangan literasi berbasis budaya, serta menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya daerah.