Palangka Raya (26/8/2026) — Setelah melalui rangkaian seleksi Lomba Resensi Buku Koleksi Perpustakaan Tingkat SMP/SMA Sederajat se-Kota Palangka Raya Tahun 2026, Silvan Noor, murid kelas XII-F MAN Kota Palangka Raya, mengikuti tes wawancara tahap 6 besar yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya, Rabu (26/8/2026).
Silvan menjadi satu-satunya peserta dari MAN Kota Palangka Raya yang berhasil melaju ke enam besar kategori SMA sederajat. Sebelumnya, terdapat empat murid MAN Kota Palangka Raya yang mengikuti tahap awal lomba. Dalam proses selanjutnya, dua peserta melanjutkan dengan mengirimkan naskah resensi untuk mengikuti tahapan penilaian dan pembekalan yang diselenggarakan panitia.
Naskah resensi kemudian dikirimkan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya pada akhir Juli 2026 untuk mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Pengumuman enam besar yang dirilis pada 21 Agustus 2026 menjadi penanda bahwa Silvan berhasil melanjutkan perjuangannya ke tahap tes wawancara.
Bagi Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya, capaian tersebut turut menjadi bagian dari aktivitas pembinaan literasi yang melibatkan murid secara aktif. Silvan sendiri merupakan anggota Sahabat Perpustakaan dan dalam struktur keanggotaan bertugas sebagai Koordinator Divisi Layanan.
Menjelang pelaksanaan tes wawancara, persiapan dilakukan bersama dua guru pendamping, yaitu Menik Dwi Astuti, S.Pd., guru Bahasa Indonesia sekaligus pengelola perpustakaan pada Pelayanan Teknis bagian pengadaan, serta Ikrimah, M.Pd., Kepala Perpustakaan Ibnu Sahnun sekaligus guru Bahasa Inggris.
Ibu Menik Dwi Astuti menjadi pendamping dengan porsi pembinaan yang lebih besar dalam proses penyusunan dan pematangan naskah resensi. Ia menjadi salah satu tempat peserta berkonsultasi selama proses penyusunan, sekaligus membantu mengarahkan Silvan dalam memahami isi resensi yang akan disampaikan.
Sementara itu, Ikrimah turut memberikan masukan dan membantu proses pengecekan, termasuk pengecekan plagiasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menjadi salah satu perhatian dalam ketentuan lomba.
Setelah menerima undangan resmi dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya, persiapan Silvan kemudian diarahkan pada penguasaan isi resensi. Dalam komunikasi persiapan, Menik Dwi Astuti mengingatkan agar Silvan tidak hanya menghafalkan teks, tetapi benar-benar memahami setiap bagian yang ditulis.
“Setiap kata-kata, kalimat yang ditulis harus dipahami benar,” pesan Menik kepada Silvan dalam persiapan menghadapi tahap penjurian.
Persiapan juga mencakup kemungkinan teknis pelaksanaan berupa penyampaian resensi di hadapan juri yang kemudian dilanjutkan dengan sesi pertanyaan. Silvan diarahkan untuk memahami identitas buku, latar belakang pemilihan buku, keunggulan dan kelemahannya beserta alasan yang mendukung, hingga hal yang dapat diperoleh dari kegiatan meresensi buku.
Pada Rabu (26/8/2026), Silvan bersama kedua guru pendamping berangkat menuju Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya. Kegiatan berlangsung di Aula Kasanang Atei Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya, sebagaimana tercantum dalam undangan tes wawancara.
Kegiatan diawali dengan pembukaan yang diikuti seluruh peserta enam besar dari dua kategori. Terdapat 12 peserta yang mengikuti tahap tersebut, terdiri atas enam peserta tingkat SMP sederajat dan enam peserta tingkat SMA sederajat.
Setelah rangkaian peserta tingkat SMP sederajat menyelesaikan tahapannya, peserta kategori SMA sederajat kemudian mengikuti penjurian. Silvan menunggu giliran bersama peserta lainnya sembari kembali mempersiapkan materi resensi dan melakukan konsultasi bersama Ibu Menik Dwi Astuti.
Dalam pelaksanaannya, peserta dipanggil sesuai nomor urut untuk menyampaikan resensi di hadapan tiga orang juri. Setelah penyampaian selesai, peserta kemudian menghadapi pertanyaan dari para juri untuk menggali pemahaman terhadap buku yang diresensi serta alasan dan pertimbangan yang digunakan dalam menyusun ulasannya.
Tahap tersebut menjadi kesempatan bagi Silvan untuk mempertanggungjawabkan resensi yang telah disusunnya sekaligus menunjukkan kemampuan dalam memahami, menyampaikan, dan mengomunikasikan hasil bacaannya secara langsung di hadapan juri.
Keikutsertaan Silvan hingga tahap enam besar menjadi pengalaman tersendiri bagi Perpustakaan Ibnu Sahnun dalam mendorong keterlibatan murid pada kegiatan literasi. Terlebih, proses tersebut tidak hanya menempatkan murid sebagai pembaca, tetapi juga mengajak mereka untuk membaca secara kritis, menulis, mengolah gagasan, dan menyampaikan hasil pemikirannya.
Tahap tes wawancara tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses penentuan juara 1, 2, dan 3 untuk kategori SMA sederajat pada Lomba Resensi Buku Koleksi Perpustakaan Tingkat SMP/SMA Sederajat se-Kota Palangka Raya Tahun 2026.





.png)






