Perpustakaan MAN Kota Palangka Raya Bagikan Praktik Baik Inovasi Program dalam Bimtek Akreditasi

Perpustakaan MAN Kota Palangka Raya Bagikan Praktik Baik Inovasi Program dalam Bimtek Akreditasi

Palangka Raya (16/7/2026) — Kepala Perpustakaan MAN Kota Palangka Raya berbagi praktik baik pengembangan inovasi dan kreativitas program perpustakaan dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pengembangan Perpustakaan Sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP) untuk Mencapai Akreditasi Perpustakaan bagi Tenaga Perpustakaan Madrasah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah tersebut berlangsung di Ruang Aula Lantai III Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah pada Kamis (16/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Perpustakaan MAN Kota Palangka Raya dipercaya menjadi narasumber pada materi ketiga bertajuk Inovasi dan Kreativitas Program Perpustakaan dalam Mendukung Akreditasi. Materi disampaikan pada pukul 13.15 hingga 15.00 WIB, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama para peserta. Kegiatan ini secara khusus menyasar tenaga perpustakaan madrasah di Kota Palangka Raya sebagai bagian dari upaya pengembangan perpustakaan sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP) untuk mencapai akreditasi.

Dalam pemaparannya, Kepala Perpustakaan MAN Kota Palangka Raya mengajak peserta untuk melihat akreditasi perpustakaan tidak semata-mata sebagai proses pengisian borang. Akreditasi menjadi salah satu gambaran mutu perpustakaan yang perlu didukung melalui program yang baik, layanan yang berkualitas, serta bukti fisik yang lengkap dan relevan. Oleh karena itu, perpustakaan perlu terus berinovasi agar mampu menjawab tantangan era digital dan perubahan karakter peserta didik.

Berbagai praktik baik Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya turut dibagikan sebagai contoh pengembangan program perpustakaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing madrasah. Inovasi tersebut dikembangkan melalui beberapa pendekatan, antara lain inovasi berbasis identitas, komunitas, literasi dan publikasi, proyek, serta digital. Program-program tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan dapat dikembangkan sebagai pusat aktivitas literasi yang tidak hanya berfokus pada penyediaan koleksi, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif warga madrasah.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian dalam pemaparan adalah Sahabat Perpustakaan sebagai bentuk inovasi berbasis komunitas. Program ini melibatkan peserta didik dalam mendukung berbagai aktivitas perpustakaan sekaligus menjadi bagian dari ekosistem literasi di madrasah. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perpustakaan MAN Kota Palangka Raya hadir bersama dua Sahabat Perpustakaan, yaitu Hutama Arif Sanjaya dari kelas XII-F dan M. Assyifa Zailani dari kelas XII-H yang bertugas sebagai pendamping narasumber.

Kehadiran kedua Sahabat Perpustakaan tersebut tidak hanya mendukung dokumentasi selama kegiatan berlangsung, tetapi juga menjadi gambaran nyata mengenai keterlibatan peserta didik dalam pengelolaan dan pengembangan aktivitas perpustakaan. Hal ini sekaligus memperlihatkan bahwa penguatan budaya literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pustakawan atau pengelola perpustakaan, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif peserta didik sebagai bagian dari ekosistem literasi madrasah.

“Budaya literasi tidak dapat dibangun oleh pustakawan atau pengelola perpustakaan saja. Perlu keterlibatan aktif peserta didik sebagai bagian dari ekosistem literasi madrasah,” ujarnya.

Selain membagikan praktik baik yang telah dikembangkan di Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya, kegiatan juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan berdiskusi bersama para pengelola perpustakaan madrasah yang tengah melakukan pembenahan dan mempersiapkan perpustakaan menuju proses akreditasi. Sesi diskusi dan tanya jawab memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertukar gagasan mengenai pengembangan program inovatif yang dapat diterapkan sesuai kondisi masing-masing perpustakaan.

Melalui kegiatan tersebut, praktik baik yang dibagikan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi tenaga perpustakaan madrasah dalam mengembangkan program yang inovatif, kreatif, dan berdampak. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya hadir sebagai ruang penyimpanan dan penyedia koleksi, tetapi juga dapat tumbuh menjadi pusat aktivitas literasi yang aktif, relevan, dan memberikan dampak bagi warga madrasah serta mendukung peningkatan mutu perpustakaan secara berkelanjutan.