Perpustakaan Ibnu Sahnun Berbagi Inovasi pada Kegiatan SNP dan Akreditasi Perpustakaan

Perpustakaan Ibnu Sahnun Berbagi Inovasi pada Kegiatan SNP dan Akreditasi Perpustakaan

Palangka Raya (3/6/2026) — Kepala Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya, Ikrimah, M.Pd., dipercaya menjadi narasumber pada kegiatan Inovasi Ruang Belajar: Standar Nasional Perpustakaan (SNP) dan Akreditasi Perpustakaan Sekolah/Madrasah Region Kabupaten Sukamara yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah secara daring pada Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh kepala perpustakaan dan tenaga perpustakaan sekolah serta madrasah se-Kabupaten Sukamara.

 

Kesempatan tersebut bermula ketika Ikrimah dihubungi oleh Bapak Firmanto, S.T., dari Seksi Pengembangan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah pada 19 Mei 2026. Dalam komunikasi tersebut, pihak penyelenggara menawarkan kesempatan kepada Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya untuk berbagi pengalaman mengenai berbagai inovasi yang telah dikembangkan dalam pengelolaan perpustakaan.

 

Setelah menyatakan kesediaannya, pada 26 Mei 2026 MAN Kota Palangka Raya menerima surat resmi permohonan menjadi narasumber dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam surat tersebut, Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya ditugaskan menyampaikan materi mengenai inovasi perpustakaan jenjang SMA, SMK, MA, dan MAK.

 

Menjelang pelaksanaan kegiatan, Ikrimah menyusun materi pemaparan dengan berdiskusi dan berkonsultasi bersama Khairina, S.Pd., pengelola perpustakaan bidang Pelayanan Teknis bagian Pengadaan. Berbagai masukan dan pengalaman pengelolaan perpustakaan menjadi bahan dalam menyusun materi yang akan disampaikan kepada peserta.

 

Dalam pemaparannya yang berjudul “Perpustakaan sebagai Pusat Ekosistem Literasi Madrasah: Praktik Baik Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya”, Ikrimah menjelaskan bahwa perpustakaan tidak cukup hanya menyediakan koleksi, tetapi harus menjadi pusat aktivitas literasi di lingkungan madrasah.

 

Materi yang disampaikan mencakup lima kelompok inovasi yang telah dikembangkan Perpustakaan Ibnu Sahnun, yaitu inovasi berbasis identitas, inovasi berbasis komunitas, inovasi berbasis literasi dan publikasi, inovasi berbasis proyek, serta inovasi digital. Berbagai program unggulan seperti Sahabat Perpustakaan, Duta Baca dan Duta Literasi, Gerakan Sastra Madrasah Berkah (GSMB), Madrasah Literasi Award, proyek penulisan antologi, website perpustakaan, media sosial, hingga Perpus News menjadi bagian dari praktik baik yang dibagikan kepada peserta.

 

Pada kegiatan tersebut, Ikrimah tampil sebagai pemateri kedua. Sebelumnya, peserta memperoleh materi dari Perpustakaan Tingak Ajar SMPN 2 Kota Palangka Raya yang disampaikan langsung oleh Kepala SMPN 2 Kota Palangka Raya, Bapak H. M. Ahmadi, S.Pd., dengan materi “Inovasi Perpustakaan Sekolah Jenjang SMP/MTs.” Dalam sesi tersebut, Bapak Ahmadi berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengembangan perpustakaan sekolah untuk mendukung budaya literasi di lingkungan pendidikan menengah pertama.

 

Sementara itu, materi ketiga disampaikan oleh Ibu Dini Novita Sari, Kepala Perpustakaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah. Pada kesempatan tersebut, Ibu Dini memaparkan materi mengenai “Inovasi dan Kerja Sama Antar Lembaga Perpustakaan”, yang menyoroti pentingnya kolaborasi antarlembaga sebagai strategi untuk memperluas layanan, meningkatkan kualitas program, serta memperkuat peran perpustakaan dalam mendukung kebutuhan informasi masyarakat.

 

Selama sesi pemaparan dan diskusi, peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait pengembangan program literasi, pelibatan peserta didik dalam kegiatan perpustakaan, serta strategi membangun budaya literasi yang berkelanjutan di sekolah dan madrasah.

 

Pemaparan yang disampaikan Perpustakaan Ibnu Sahnun mendapat apresiasi dari Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Gemar Membaca Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, Ibu Elahni Hajati SW., S.T., M.T. Apresiasi tersebut ditunjukkan melalui respons positif selama pemaparan berlangsung, termasuk pemberian reaksi jempol dan tepuk tangan pada sesi daring.

 

“Perpustakaan tidak dapat berjalan sendiri. Budaya literasi hanya dapat tumbuh apabila seluruh unsur madrasah terlibat dan bergerak bersama. Karena itu, kami berupaya membangun perpustakaan sebagai pusat ekosistem literasi, bukan sekadar tempat penyimpanan koleksi,” ungkap Ikrimah dalam pemaparannya.

 

Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya berharap praktik baik yang telah dikembangkan dapat menjadi inspirasi bagi perpustakaan sekolah dan madrasah lainnya dalam membangun budaya literasi yang aktif, kolaboratif, dan berkelanjutan.