Palangka Raya (5/6/2026)
— Pengurus Daerah Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia (PD ATPUSI)
Kalimantan Tengah periode 2025–2029 menggelar rapat koordinasi untuk membahas
berbagai agenda organisasi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Kegiatan
berlangsung pada Jumat (5/6/2026) di SMKN 1 Palangka Raya dan dihadiri oleh 15
pengurus dari total 19 pengurus yang tergabung dalam kepengurusan PD ATPUSI
Kalimantan Tengah periode 2025–2029.
Rapat tersebut merupakan
tindak lanjut dari undangan yang disampaikan oleh Ketua PD ATPUSI Kalimantan
Tengah, Ruliyani, M.Pd., melalui grup komunikasi pengurus pada 4 Juni 2026.
Dalam undangan tersebut, seluruh pengurus diminta hadir untuk membahas berbagai
rencana kerja yang telah dan akan disusun oleh organisasi.
Kegiatan diawali dengan
silaturahmi antar pengurus yang berasal dari berbagai sekolah dan madrasah di
Kalimantan Tengah. Sebelum rapat dimulai, peserta juga berkesempatan
mengunjungi perpustakaan SMKN 1 Palangka Raya yang saat ini sedang menjalani
proses renovasi. Untuk sementara waktu, layanan perpustakaan dipindahkan ke
ruang lain yang tetap memungkinkan kegiatan perpustakaan berjalan sebagaimana
mestinya.
Dalam rapat tersebut, pengurus membahas sejumlah agenda strategis organisasi, mulai dari program kerja masing-masing komisi, rencana pelantikan pengurus, seminar kepustakawanan, hingga pelaksanaan lomba yang ditujukan bagi peserta didik tingkat SMP dan SMA sederajat.
Ketua PD ATPUSI Kalimantan Tengah, Ruliyani, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan yang sedang dipersiapkan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi tenaga perpustakaan sekolah dan madrasah di Kalimantan Tengah.
“Kami berharap seluruh pengurus dapat berkolaborasi dan berkontribusi sesuai bidang tugas masing-masing sehingga kegiatan yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik. Selain menjadi momentum pelantikan pengurus, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi wadah peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan serta mendorong semangat literasi di lingkungan sekolah dan madrasah,” ujar Ruliyani.
Mengingat keterbatasan
waktu, pembahasan difokuskan pada persiapan kegiatan yang direncanakan
berlangsung pada Agustus 2026. Kegiatan tersebut dirancang menjadi rangkaian
terpadu yang mencakup pelantikan pengurus PD ATPUSI Kalimantan Tengah periode
2025–2029, seminar kepustakawanan, serta pengumuman dan pelaksanaan lomba bagi
peserta didik.
Berbagai aspek teknis
turut dibahas dalam rapat, termasuk penyusunan struktur kepanitiaan, kebutuhan
anggaran, calon narasumber seminar, sasaran peserta, serta konsep pelaksanaan
kegiatan. Selain itu, setiap komisi juga diminta mulai menyusun kebutuhan
anggaran sebagai bahan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya, Ikrimah, M.Pd., yang tergabung dalam Komisi Pengembangan Profesi Tenaga Perpustakaan Sekolah, dipercaya menjadi bagian dari seksi acara dalam kepanitiaan kegiatan. Bersama anggota panitia lainnya, seksi acara bertugas menyusun konsep kegiatan, menyusun susunan acara, mengatur teknis pelaksanaan seminar dan pelantikan, serta menyiapkan berbagai kebutuhan terkait lomba yang akan diselenggarakan. Selain ditunjuk sebagai pembawa acara (MC), Ikrimah juga turut terlibat dalam penyusunan konsep lomba dan petunjuk teknis yang saat ini masih dalam tahap pembahasan dan penyempurnaan.
Meski demikian, sejumlah
detail teknis masih dalam tahap perumusan dan akan dibahas lebih lanjut pada
rapat berikutnya. Beberapa hal yang masih memerlukan pembahasan lanjutan antara
lain penetapan lokasi kegiatan, narasumber seminar, jadwal pelaksanaan, serta
finalisasi petunjuk teknis lomba.
Melalui rapat koordinasi ini, PD ATPUSI Kalimantan Tengah berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik serta memberikan manfaat bagi tenaga perpustakaan sekolah dan madrasah di Kalimantan Tengah. Selain menjadi wadah penguatan organisasi, kegiatan yang akan dilaksanakan juga diharapkan mampu meningkatkan kompetensi tenaga perpustakaan sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi di kalangan peserta didik.












