Palangka Raya (5/10/2026) — Panitia Bulan Bahasa XIX MAN Kota Palangka Raya Tahun 2026 melaksanakan rapat koordinasi terkait penyesuaian pelaksanaan kegiatan di tengah kondisi kabut asap yang masih melanda, Senin (5/10/2026) malam. Rapat dilaksanakan secara daring melalui Google Meet dan diikuti oleh panitia serta dewan juri Bulan Bahasa XIX.
Rapat tersebut digelar untuk membahas sejumlah agenda yang sebelumnya direncanakan berlangsung secara luring, khususnya pembukaan pada 9 Oktober, perlombaan Spelling Bee dan Debat Bahasa Indonesia pada 10 Oktober, Cerdas Cermat Literasi pada 12 Oktober, serta penutupan pada 13 Oktober 2026.
Ketua Pelaksana Bulan Bahasa XIX, Hutama Arif Sanjaya, membuka kegiatan sekaligus bertugas sebagai notulen. Rapat dipimpin oleh Ikrimah, M.Pd., selaku guru pembimbing ketua panitia sekaligus Kepala Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya.
Pembahasan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan panitia, koordinator kegiatan, Penanggung Jawab (PJ) mata lomba, serta dewan juri. Setiap agenda yang terdampak kondisi kabut asap dibahas untuk menentukan apakah kegiatan tetap dapat dilaksanakan sesuai jadwal dan konsep awal, dialihkan ke pelaksanaan daring, atau perlu dijadwalkan ulang.
Pada pembahasan agenda pembukaan, misalnya, Ikrimah berdiskusi dengan Koordinator Acara, Dina Almaulida dari kelas X-D, mengenai progres persiapan dan kesiapan pelaksanaan apabila pembukaan dialihkan ke format daring. Setelah mempertimbangkan kesiapan panitia dan kondisi yang ada, pembukaan tetap dilaksanakan pada 9 Oktober 2026 secara online.
Pembahasan serupa dilakukan terhadap tiga mata lomba yang semula direncanakan secara luring, yaitu Spelling Bee, Debat Bahasa Indonesia, dan Cerdas Cermat Literasi. Panitia berdiskusi bersama masing-masing juri, PJ lomba, dan koordinator kegiatan untuk melihat kemungkinan perubahan mekanisme pelaksanaan menjadi daring.
Hasil pembahasan menunjukkan bahwa lomba Debat Bahasa Indonesia memungkinkan untuk dialihkan menjadi perlombaan daring. Sementara itu, Spelling Bee dan Cerdas Cermat Literasi dinilai memiliki kebutuhan teknis yang membuat keduanya tidak memungkinkan untuk dilaksanakan secara daring dengan konsep yang telah disiapkan.
Berdasarkan hasil diskusi tersebut, panitia menyepakati beberapa penyesuaian. Pembukaan tetap dilaksanakan secara daring pada 9 Oktober, sedangkan lomba-lomba yang memang dapat dilaksanakan secara online tetap berjalan sesuai kesepakatan. Debat Bahasa Indonesia dialihkan menjadi lomba daring, sementara Spelling Bee dan Cerdas Cermat Literasi dijadwalkan ulang pada November 2026.
Penyesuaian jadwal juga dilakukan terhadap kegiatan bazar dan penutupan. Bazar dijadwalkan pada 14 dan 16 November 2026, Spelling Bee pada 14 November, Cerdas Cermat Literasi pada 16 November, sedangkan penutupan Bulan Bahasa XIX dijadwalkan pada 17 November 2026 secara luring.
Dalam menentukan jadwal baru, panitia turut mempertimbangkan agenda penting madrasah pada bulan November agar pelaksanaan Bulan Bahasa XIX tidak berbenturan dengan kegiatan akademik. Unsur Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Miftah Safingi, S.Ag., M.Pd., turut memberikan informasi mengenai jadwal kegiatan akademik yang perlu diperhatikan.
Miftah Safingi menjelaskan bahwa pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) dijadwalkan pada akhir November sehingga perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan tanggal kegiatan Bulan Bahasa XIX.
“ASAS dilaksanakan pada akhir November, kisaran tanggal 26 sampai 30 November 2026. Namun, pelaksanaannya di beberapa madrasah mungkin berbeda karena mengikuti muatan kurikulum yang digunakan,” jelasnya.
Selain mempertimbangkan pelaksanaan ASAS pada akhir November, panitia juga memperhatikan jadwal Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang masih berlangsung hingga awal November. Dengan mempertimbangkan kedua agenda akademik tersebut, panitia memilih pertengahan November sebagai waktu yang paling memungkinkan untuk melaksanakan sejumlah kegiatan Bulan Bahasa XIX yang mengalami penjadwalan ulang.
Rapat berlangsung secara lancar dan partisipatif. Panitia, koordinator kegiatan, PJ lomba, serta dewan juri turut menyampaikan masukan dan pertimbangan berdasarkan bidang tugas masing-masing. Setiap keputusan kemudian dibahas bersama hingga diperoleh kesepakatan yang dapat diterima oleh seluruh pihak.
Dengan adanya penyesuaian tersebut, rangkaian Bulan Bahasa XIX tetap dapat dilaksanakan meskipun kondisi kabut asap menyebabkan perubahan pada sejumlah agenda. Panitia selanjutnya akan menindaklanjuti hasil rapat melalui koordinasi teknis pada masing-masing bidang dan menyampaikan perubahan jadwal kepada pihak-pihak terkait.
Penyesuaian ini diharapkan dapat menjaga kelancaran seluruh rangkaian Bulan Bahasa XIX sekaligus memastikan kegiatan tetap memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berbahasa dan bersastra, serta meningkatkan apresiasi terhadap Bahasa dan Sastra Indonesia sesuai tema “Literasi Bahasa dan Budaya dalam Pelestarian Alam Kalimantan Tengah.”

.png)












