Delapan Buku Karya Warga MAN Kota Palangka Raya Jadi Kenang-Kenangan untuk Dirjen Pendis

Delapan Buku Karya Warga MAN Kota Palangka Raya Jadi Kenang-Kenangan untuk Dirjen Pendis

Palangka Raya (20/8/2026) — Kunjungan Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., ke MAN Kota Palangka Raya pada Kamis (20/8/2026) menjadi momentum bagi madrasah untuk menyerahkan sejumlah karya literasi warga madrasah sebagai kenang-kenangan.

Sebanyak delapan buku yang merupakan karya murid dan guru MAN Kota Palangka Raya disiapkan sebagai buah tangan dalam kunjungan tersebut. Buku-buku tersebut mencerminkan beragam bentuk karya yang dihasilkan dari kegiatan literasi di lingkungan madrasah, mulai dari antologi legenda, puisi, opini, hingga kumpulan karya ilmiah.

Karya yang diserahkan antara lain Legends of Borneo, buku dwibahasa Indonesia–Inggris yang memuat antologi legenda dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan karya murid kelas XI MAN Kota Palangka Raya. Kemudian Satu Dalam Keberagaman, antologi puisi yang menghimpun karya murid dari berbagai kelas, serta The Dreamsbook: Di Ujung Jalan Kugapai Asa, antologi puisi yang memuat karya murid dari berbagai kelas dan karya guru.

Selain karya sastra, terdapat pula Bunga Rampai Karya Ilmiah, yang menghimpun berbagai karya ilmiah yang pernah dilakukan oleh murid MAN Kota Palangka Raya. Selanjutnya, Merajut Makna dalam Keberagaman: Refleksi Pendidikan dan Budaya Jilid 1 dan 2 merupakan antologi opini yang memuat gagasan dan refleksi karya murid serta guru MAN Kota Palangka Raya.

Dua buku lainnya, yakni Mankoraya Bersinar: Menggapai Asa Tanpa Narkoba Jilid 1 dan 2, merupakan antologi yang digagas oleh Tim BK MAN Kota Palangka Raya dengan mengangkat tema pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dalam proses penerbitannya, Tim BK memperoleh pendampingan melalui kerja sama MAN Kota Palangka Raya dengan Nyalanesia.

Sementara itu, karya-karya lainnya juga diterbitkan melalui kerja sama MAN Kota Palangka Raya dengan Nyalanesia sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan karya warga madrasah dalam bentuk buku. Dengan diterbitkannya karya tersebut, tulisan yang lahir dari berbagai kegiatan di lingkungan madrasah tidak hanya menjadi dokumentasi internal, tetapi juga dapat diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, jajaran buku karya warga MAN Kota Palangka Raya diserahkan sebagai kenang-kenangan kepada Dirjen Pendis. Penyerahan dilakukan oleh Kepala MAN Kota Palangka Raya, Dr. Murjani, M.Pd.

Kepala MAN Kota Palangka Raya, Dr. Murjani, M.Pd., menyampaikan bahwa karya-karya tersebut menjadi bagian dari produktivitas warga madrasah yang patut terus dikembangkan.

“Karya-karya ini merupakan bagian dari produktivitas warga MAN Kota Palangka Raya. Kami berharap tradisi menulis dan menghasilkan karya dapat terus tumbuh sehingga semakin banyak karya warga madrasah yang dapat didokumentasikan dan memberikan manfaat,” ujarnya.

Bagi Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya, keberadaan buku-buku tersebut juga memiliki nilai penting sebagai bagian dari dokumentasi karya warga madrasah. Karya yang telah diterbitkan dapat menjadi koleksi yang merekam gagasan, pengalaman, kreativitas, dan produktivitas warga madrasah dari waktu ke waktu.

Kepala Perpustakaan Ibnu Sahnun, Ikrimah, M.Pd., mengatakan bahwa penerbitan karya dalam bentuk buku memberikan ruang bagi murid dan guru untuk melihat bahwa kegiatan literasi dapat berlanjut hingga menghasilkan sebuah karya yang terdokumentasi.

“Literasi tidak hanya tentang membaca, tetapi juga bagaimana warga madrasah memiliki ruang untuk menuangkan gagasan dan menghasilkan karya. Ketika karya tersebut diterbitkan menjadi buku, ada jejak yang dapat disimpan, dibaca kembali, dan menjadi inspirasi bagi murid lainnya,” ungkapnya.

Beragamnya karya yang dihasilkan warga MAN Kota Palangka Raya menunjukkan bahwa budaya literasi di madrasah dapat berkembang dalam berbagai bentuk. Mulai dari cerita dan puisi, gagasan serta refleksi, karya ilmiah, hingga karya bertema pendidikan dan sosial, semuanya menjadi bagian dari perjalanan literasi yang tumbuh di lingkungan madrasah.

Penyerahan buku sebagai kenang-kenangan dalam kunjungan Dirjen Pendis tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi MAN Kota Palangka Raya untuk membawa karya warga madrasah hadir dalam ruang yang lebih luas, sekaligus memperkuat semangat untuk terus membaca, menulis, berkarya, dan mendokumentasikan karya.