Palangka Raya, 17 Agustus 2026 — Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya menerima kunjungan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) pada Rabu (12/8/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan inventarisasi data perpustakaan dalam rangka pengumpulan data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) 2026.
Kunjungan dilakukan oleh Yusy Marie, Relima Lokasi Khusus Kota Palangka Raya sekaligus Koordinator Relima Kalimantan Tengah. Dalam kunjungan tersebut, Yusy Marie diterima oleh pengelola Perpustakaan Ibnu Sahnun, yakni Khairina, S.Pd., Pelayanan Teknis Bidang Pengadaan; Marpuah, A.Ma., Pelayanan Umum Bidang Sirkulasi; serta Rasyidi, S.Pd., Pelayanan Teknis Bidang Pemeliharaan.
Inventarisasi dilakukan untuk menghimpun berbagai data terkait kondisi dan penyelenggaraan perpustakaan. Berdasarkan instrumen IPLM 2026, data yang dikumpulkan mencakup sejumlah dimensi, antara lain jenis dan data demografi perpustakaan, koleksi, tenaga perpustakaan, pelayanan, serta penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan. Setiap indikator juga dilengkapi dengan bukti dukung sesuai ketentuan pengisian instrumen.
Khusus untuk perpustakaan sekolah, instrumen tersebut turut memuat data jumlah guru dan tenaga kependidikan serta jumlah murid. Sementara itu, data perpustakaan juga mencakup informasi mengenai NPSN, NPP, koleksi tercetak dan digital, pengembangan koleksi, kegiatan literasi, kerja sama dengan pihak eksternal, variasi layanan, hingga kebijakan dan prosedur pelayanan perpustakaan.
Dalam komunikasi tindak lanjut pada Senin (17/8/2026), Yusy Marie menjelaskan bahwa Relima merupakan Relawan Literasi Masyarakat dari Perpustakaan Nasional RI yang telah berjalan sejak 2025 dan memasuki tahun kedua pada 2026. Menurutnya, Relima saat ini tersebar di berbagai provinsi di Indonesia dengan jumlah sekitar 300 relawan. Khusus di Kalimantan Tengah, Relima berada di empat wilayah, yakni Kota Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, dan Gunung Mas.
“Relawan Literasi Masyarakat dari Perpusnas RI. Sudah berjalan sejak tahun 2025, ini tahun kedua. Relima tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, kurang lebih ada 300 orang se-Indonesia saat ini. Di Kalteng ada 4 Relima, yaitu di Kota Palangka Raya, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat dan Gunung Mas,” jelas Yusy Marie.
Menurut Yusy Marie, keberadaan Relima tidak hanya berkaitan dengan pendataan, tetapi juga memiliki peran dalam menggerakkan kegiatan literasi di masyarakat. Relima menjalankan tugas sebagai inisiator, fasilitator, dan partisipan aktif dalam berbagai kegiatan literasi.
Hal tersebut terlihat dari berbagai kegiatan yang dilakukan Relima Kalimantan Tengah, mulai dari kunjungan dan pendampingan ke perpustakaan maupun komunitas literasi, kegiatan membaca nyaring, kegiatan literasi bersama masyarakat, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses dan penguatan budaya literasi di masyarakat.
Bagi Perpustakaan Ibnu Sahnun, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperoleh informasi lebih jelas mengenai pengisian instrumen IPLM 2026. Setelah menerima ketentuan pengisian instrumen, pengelola perpustakaan melakukan penelaahan dan melengkapi data yang diperlukan sesuai dengan kondisi perpustakaan.
Dalam proses melengkapi data demografi, khususnya jumlah guru dan tenaga kependidikan, jumlah murid, serta NPSN, pengelola Perpustakaan Ibnu Sahnun melakukan koordinasi dengan Sauvi Jauhari, S.Sos., tenaga kependidikan MAN Kota Palangka Raya, untuk memastikan data yang digunakan sesuai dengan data madrasah.
Selanjutnya, instrumen IPLM Perpustakaan Ibnu Sahnun dilengkapi dan disampaikan melalui formulir inventarisasi yang telah disediakan. Proses tersebut menjadi bagian dari upaya pendataan kondisi perpustakaan secara lebih terstruktur serta mendukung ketersediaan data perpustakaan dalam pelaksanaan IPLM 2026.
Kunjungan Relima ke Perpustakaan Ibnu Sahnun sekaligus menjadi salah satu bentuk keterhubungan antara perpustakaan sekolah dengan gerakan literasi yang lebih luas. Melalui pendataan, pendampingan, dan kolaborasi, perpustakaan diharapkan terus memiliki ruang untuk berkembang dan memberikan layanan yang semakin bermanfaat bagi pemustaka.








