Palangka Raya (10/9/2026) — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Madrasah Aliyah (MA) kembali diperbarui setelah masa aktif kepengurusan sebelumnya periode 2022–2025 berakhir. Pertemuan awal pembaruan MGMP Bahasa Inggris tersebut dilaksanakan di Meeting Room MAN Kota Palangka Raya, Kamis (10/9/2026).
Pembaruan MGMP tersebut dilaksanakan atas arahan Yuli Sukowati, M.Pd., Pengawas Pembina Madrasah di bawah Kementerian Agama Kota Palangka Raya. Sebelumnya, persiapan pembaruan dilakukan melalui penyusunan surat undangan yang ditujukan kepada guru Bahasa Inggris dari 10 MA se-Kota Palangka Raya.
Dalam proses persiapan, Ikrimah, M.Pd., Kepala Perpustakaan Ibnu Sahnun sekaligus guru Bahasa Inggris MAN Kota Palangka Raya, bersama Dra. Halimah, M.Pd., guru Bahasa Inggris MAN Kota Palangka Raya sekaligus penanggung jawab kegiatan, menemui Yuli Sukowati di Kantor Kementerian Agama Kota Palangka Raya. Pada kesempatan tersebut, Yuli memberikan arahan terkait pembaruan MGMP, kemudian menandatangani surat undangan yang telah disiapkan. Surat tersebut selanjutnya distempel, dipindai, dan disebarkan kepada guru Bahasa Inggris MA yang menjadi sasaran undangan.
Pertemuan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut dipandu oleh Ikrimah sebagai moderator. Setelah membuka kegiatan, Ikrimah mengarahkan acara kepada Yuli Sukowati untuk memberikan sambutan sekaligus pengarahan mengenai pembaruan MGMP Bahasa Inggris MA.
Dalam arahannya, Yuli menekankan pentingnya pembaruan MGMP setelah berakhirnya masa aktif kepengurusan sebelumnya. MGMP diharapkan kembali menjadi wadah bagi guru Bahasa Inggris untuk membangun komunikasi, kolaborasi, berbagi praktik baik, serta mendukung peningkatan kompetensi profesional guru di lingkungan madrasah.
“MGMP ini kita hidupkan kembali sebagai wadah untuk saling berkomunikasi, berkolaborasi, dan berbagi praktik baik. Harapannya, kegiatan MGMP tidak hanya menjadi forum pertemuan, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi guru dan pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah,” ujar Yuli Sukowati.
Pembahasan kemudian berlanjut pada pemenuhan ketentuan jumlah anggota MGMP. Dari madrasah yang berada di Kota Palangka Raya, terdapat 14 guru yang dapat bergabung dalam kepengurusan. Sementara itu, untuk membentuk MGMP tingkat kota diperlukan sekurang-kurangnya 15 anggota.
Menanggapi kondisi tersebut, Yuli Sukowati mengarahkan agar MGMP menggandeng madrasah dari kabupaten yang berada dalam zona 1, yaitu wilayah yang paling dekat dengan Kota Palangka Raya. Berdasarkan kesepakatan bersama, MGMP kemudian melibatkan guru Bahasa Inggris dari MAN Katingan, MAN Kapuas, MAN 1 Pulang Pisau, dan MAN 2 Pulang Pisau.
Dengan bergabungnya guru dari sejumlah kabupaten tersebut, jumlah anggota MGMP Bahasa Inggris mencapai 25 orang, yang terdiri atas 14 orang dari madrasah se-Kota Palangka Raya, dua orang dari MAN Katingan, empat orang dari MAN Kapuas, tiga orang dari MAN 1 Pulang Pisau, dan dua orang dari MAN 2 Pulang Pisau.
Keterlibatan madrasah dari beberapa kabupaten tersebut membuat cakupan MGMP tidak lagi terbatas pada wilayah Kota Palangka Raya. Oleh karena itu, kepengurusan yang terbentuk selanjutnya akan diproses pada tingkat provinsi.
Setelah sesi pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan dan pemilihan kepengurusan. Dra. Halimah, M.Pd. selaku penanggung jawab memimpin proses pemilihan berdasarkan musyawarah dan kesepakatan anggota.
Hasil musyawarah menetapkan Ikrimah, M.Pd. sebagai Ketua MGMP Bahasa Inggris MA. Kepengurusan inti lainnya terdiri atas Zulfikar Hamzah, M.Pd. sebagai Sekretaris dan Ade Trimawati Putri Pamungkas, M.Pd. sebagai Bendahara.
Selain itu, ditetapkan pula tiga bidang dalam kepengurusan, yaitu Isna Indriati, M.Pd. sebagai penanggung jawab Bidang Perencanaan dan Pengembangan Program; Muhammad Yusuf, S.Pd. pada Bidang Organisasi, Administrasi, Sarana dan Prasarana; serta Hj. Ria Rafika, S.Pd. pada Bidang Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama.
Dalam kepengurusan yang terbentuk, posisi pengurus inti berasal dari guru Bahasa Inggris madrasah di Kota Palangka Raya, sedangkan anggota berasal dari Kota Palangka Raya dan madrasah dari kabupaten yang bergabung.
Pertemuan juga membahas rancangan program kerja MGMP untuk satu tahun ke depan. Pembahasan ini menjadi langkah awal untuk menyusun agenda bersama yang dapat memperkuat kolaborasi antarguru, meningkatkan kompetensi profesional, serta mendukung pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru dan bertambahnya cakupan keanggotaan, pembaruan MGMP Bahasa Inggris MA diharapkan dapat menjadi awal bagi terbentuknya wadah profesional guru yang aktif, kolaboratif, dan berkelanjutan di tingkat provinsi.








