Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya Ikuti Bincang Sastra 2025

Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya Ikuti Bincang Sastra 2025

Palangka Raya (02/11/2025) — Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya bersama Sahabat Perpustakaan berpartisipasi dalam kegiatan Bincang Sastra 2025 yang diselenggarakan oleh PERRUAS Kalimantan Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan konsep unik, yakni dialog sastra di atas kapal sambil melakukan susur Sungai Sabangau.

Kegiatan dimulai dari Dermaga Kereng Bangkirai, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sabangau, Kota Palangka Raya. Peserta diajak menyusuri kawasan sungai yang menjadi salah satu ikon wisata dan ekologi Kalimantan Tengah, sekaligus menghadirkan suasana diskusi yang berbeda dan sarat nilai kearifan lokal.

Dalam kegiatan tersebut, peserta berkesempatan berdialog langsung dengan Dato’ Sri Asrizal Nur, pelopor penyair multimedia Asia Tenggara (ASEAN) sekaligus Pimpinan PERRUAS Indonesia. Diskusi sastra berlangsung hangat, membahas proses kreatif, perkembangan sastra, serta peran sastra dalam membangun kesadaran budaya dan kemanusiaan.

Dato’ Sri Asrizal Nur menyampaikan bahwa sastra tidak harus dibicarakan di ruang formal semata. “Sastra bisa hadir di mana saja, termasuk di atas sungai. Alam adalah ruang baca yang luas dan memberi inspirasi tanpa batas,” ungkapnya dalam sesi dialog bersama peserta.

Keikutsertaan Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen perpustakaan dalam memperluas pengalaman literasi peserta didik. Tidak hanya melalui ruang baca, tetapi juga melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan sastra yang kontekstual dan bermakna.

Sahabat Perpustakaan yang turut serta mengikuti kegiatan ini mendapatkan pengalaman berharga dalam berdialog langsung dengan tokoh sastra nasional sekaligus merasakan praktik literasi yang berpadu dengan alam dan budaya lokal.

Melalui kegiatan Bincang Sastra 2025 ini, Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya berharap dapat terus menumbuhkan minat, kecintaan, dan kesadaran literasi sastra di kalangan peserta didik serta memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar yang inklusif dan inspiratif.