Perpustakaan Ibnu Sahnun Hadirkan Pojok Baca Sahnuni Bernuansa Seni dan Kearifan Lokal

Perpustakaan Ibnu Sahnun Hadirkan Pojok Baca Sahnuni Bernuansa Seni dan Kearifan Lokal

Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya terus berinovasi dalam menciptakan ruang literasi yang nyaman dan inspiratif. Pada Selasa, 14 Oktober 2025, perpustakaan resmi menghadirkan Pojok Baca Sahnuni, sebuah sudut baca bernuansa seni yang dirancang untuk menumbuhkan minat baca sekaligus menampilkan kreativitas peserta didik.

Pojok Baca Sahnuni berlokasi di area dalam perpustakaan dengan luas sekitar satu meter persegi. Area ini dipercantik melalui lukisan mural yang dikerjakan langsung oleh siswa MAN Kota Palangka Raya yang tergabung dalam Tim Mural Perpustakaan Ibnu Sahnun.

Tim mural tersebut dipilih dan dibina oleh Rahma Ayu Fendia, S.E., guru Seni Budaya MAN Kota Palangka Raya. Pemilihan anggota tim didasarkan pada bakat dan minat siswa dalam bidang seni lukis, sehingga hasil mural dapat memperkuat estetika ruang baca.

Adapun siswa yang terlibat dalam pembuatan mural Pojok Baca Sahnuni yaitu Desty (XII E), Madina (XII A), Intan (XII E), Fatma (XII G), Vidya (XII E), dan Artanti (X D). Mereka menuangkan ide kreatif yang selaras dengan semangat literasi dan karakter maskot perpustakaan, Sahnuni.

Selain mural dinding, unsur kearifan lokal juga dihadirkan melalui karya seni pada media tradisional berupa nyiru (tampah). Karya ini digarap oleh Almira (XI G) dan Azizah (XI G), yang menghias nyiru dengan sentuhan seni sebagai simbol literasi yang membumi dan dekat dengan budaya lokal.

Kepala Perpustakaan Ibnu Sahnun MAN Kota Palangka Raya, Ikrimah, S.Pd, menyampaikan bahwa kehadiran Pojok Baca Sahnuni tidak hanya bertujuan memperindah ruang perpustakaan, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang lebih ramah dan menyenangkan.

“Pojok Baca Sahnuni kami hadirkan sebagai ruang literasi alternatif yang menggabungkan seni, budaya, dan minat baca. Kami ingin siswa merasa betah berada di perpustakaan dan menjadikannya sebagai ruang berekspresi,” ujar Ikrimah.

Melalui kolaborasi antara perpustakaan, guru, dan siswa, Pojok Baca Sahnuni diharapkan menjadi ikon baru Perpustakaan Ibnu Sahnun sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi yang kreatif, inklusif, dan berakar pada nilai kearifan lokal.